Postingan

What's Left from BTIS Daddy's Camp 2023

Gambar
Setelah Daddy's Camp berakhir, tentu saja ada banyak cerita yang tersisa. Berikut penulis rangkum keseruan-keseruan di sana yang terabadikan dalam jepretan kamera. Udara bersih, sungai mengalir, pepohonan lebat. Hal yang dirindukan oleh warga Jabodetabek banget sih ini. Ironisnya, dulu saat masih kecil, tinggal di desa yang suasananya seperti ini, malah penasaran sama kehidupan di kota besar. Pas di kota besar merindukan suasana pedesaan. Manusia oh manusia. Even perkemahan tentu tak lengkap tanpa perlombaan. Ada menang, ada kalah. Ada yang berhasil, ada yang terjerembab. Ada yang cepat-cepat, ada yang cari aman. Seperti hidup, perjalanan setiap dari kita berbeda-beda. Tapi sebagai muslim, tentu kita semua punya 'garis finish' yang sama; pengen ke surga-Nya. Badan air yang jernih akan menampakkan dasarnya. Entah kerikil, atau pasir. Air yang jernih juga menberi manfaat untuk beragam makhluk. Layaknya insan yang memiliki hati yang jernih, tentu akan menyenangkan bagi ora...

Daddy's Camp Bojana Tirta Islamic School, Capolaga 2023

Gambar
Kali ini sekolah Aira mengadakan kegiatan berkemah anak dan ayah di Subang. Menarik menyaksikan betapa sebagian bapack-bapack begitu kebingungan ketika mengurus anak, dengan kalimat yang paling sering terdengar " biasanya sama bundanya ". Mulai dari permasalahan anak harus pake baju apa, dibawain handuk apa ngga, camilan kesukaan si anak apa, dan macam-macam lainnya. (Tentu saja, tidak semua begitu. Ada juga bapack-bapack yang aman meng handle anak-anaknya.) Di satu sisi, wajar saja sih, mengingat para ayah seringkali disibukkan dengan kegiatan menjemput rizki. Dan terutama di Jakarta, seringkali para ayah berangkat sebelum mentari terbit, dan baru tiba di rumah selepas mentari terbenam. Boro-boro mengurus anak, bertemu anak saja waktunya sediki sekali. Di sisi lain, mungkin ini menunjukkan betapa negeri ini menjasi fatherless karena tuntutan duniawi, hingga tak jarang para ayah kurang memperhatikan masalah tumbuh kembang anak. Maka dengan sedikit waktu yang tersedia ini, s...

I fell for the ocean, quite literally

Gambar
That title above is self explanatory. During a trip from Tarakan to Nunukan by a hi-speed ferry, i fell just before boarding the ship, at the lower part of the dock. The reason? It was slippery. Like, very slippery. Because of the tides, the lower part of the dock will be submerged sometimes. I could tell by the mussels and the thin layer of mud. But i was pretty ignorant, and a lil bit overconfident, thinking that i wouldn't fall since several times during my sea patrol duties, i never fell even once. So this is the first lesson of it; arrogancy could be your first step to downfall, quite literally. Next question, why did i came to the lower part of the deck? Well, just like those careless internet personality who fell from a tower, bridge or anything, i wanted to get a good pict. And this is the last pict i took. Pretty lame for the price. The pain is temporary, but the memory . . . The second lesson: watch your steps, quite literally. We might already heard that caution a thous...

We Will Not Go Down

Gambar
Postingan kali ini singkat saja. Sudah lama tidak menulis di blog karena berbagai kesibukan, namun parahnya kondisi di Palestina karena genosida yang dilakukan oleh penjajah zionis, i have to break my silence . Saatnya saya kembali menulis. Sebenarnya heran kala menyaksikan masih ada warga Indonesia yang justru mengecam pihak Palestina dan condong ke membela penjajah zionis.  Kalau buat saya, ada beberapa alasan kita harus peduli sama isu Palestina: 1. Warga Palestina itu berjuang untuk kemerdekaannya Sebagaimana para pejuang kemerdekaan kita dilabel ekstrimis, radikal dan teroris oleh para penjajah dari eropa kala itu, rakyat Palestina pun tengah berjuang untuk kemerdekaannya. Jadi gak ada istilah "mereka nyerang duluan, wajarlah zionis membela diri". Lha zionis itu menjajah Palestina sejak puluhan tahun lalu kok, malah dibela. Yang ngomong kayak gini, kalau hidup di jaman perang kemerdekaan bisa-bisa menjadi cepu penjajah. Lagipula, warga Palestina adalah perwakilan kaum mu...

Going Abroad (Again): Vietnam

Gambar
Đà Nẵng. Sebuah kota pantai yang indah di Vietnam Tengah, yang tak pernah terlintas dalam rencana saya. Namun nyatanya, saya tiba di sana di akhir Juni yang lalu.    Eh, ngapain PNS kok jalan-jalan ke luar negeri? mungkin begitu pikir pembaca sekalian. Sabar. Kalau dipikir-pikir, ada sebuah penugasan pada tahun 2019 yang menjadi awal perjalanan ini. Sebuah penugasan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime terkait penanganan penyelundupan kayu. Kala itu, di unit saya tak seorang pun berminat mengikuti pelatihan ini. Sebagai anak baru di unit ini, saya pun mengiyakan saja saat diperintah oleh senior untuk mengikuti pelatihan ini. Rupanya, pelatihan ini terus bersambung dan membawa saya ke Bangkok di tahun 2022 dan Da Nang di tahun 2023 ini. Terkadang, memang kesempatan itu bisa sesederhana SIAP, LAKSANAKAN. Sebuah frasa yang rasa-rasanya sudah menjadi 'budaya' di organisasi kami, DJBC. Apapun perintahnya, katakan siap dulu....

Cinta

Gambar
Secinta-cintanya kita pada gurat indah senja, dalam sekejap ia kan berubah gelap gulita Secinta-cintanya kita pada barang kesayangan, nantinya akan rusak, hilang, atau diwariskan Secinta-cintanya kita pada makanan, esok pagi ia akan keluar jadi kotoran   Secinta-cintanya kita pada sebuah tontonan, tak lama akan berakhir juga Secinta-cintanya pada sebuah band, bisa jadi nanti ganti vokalis dan tak lagi kita suka Secinta-cintanya kita pada sebuah jabatan, ada waktunya mutasi, atau pensiun Secinta-cintanya kita pada seseorang, kelak akan menua, berubah, atau terpisah waktu  Secinta-cintanya kita pada dunia dan seisinya, toh nanti akan kita tinggalkan juga Maka beruntunglah kita, jika mencintai sesuatu yang abadi Cinta yang tak berujung kepada penyesalan atau kesedihan Cinta yang membawa kita pada kebaikan dan kemuliaan  yang langgeng dan tak sehina dunia nan fana ini

Change Cannot Be Chained

Gambar
  The sun rises every day as we know it, and never once in time has it failed to rise. And no matter how much we love its beautiful rays, they will eventually set, leaving darkness to come. The wind blows around the world, carrying clouds and sometimes bringing storms, only for us to wait for it to pass by, unstoppable. And when all hopes seem to fade, it stops. Bringing back the sun's rays and the gentle breeze. The river flows steadily, looking forward to merging with the ocean. Whatever the obstacle, no matter how slow, it will always find its way to flow. And once it arrives, it suddenly arises, heated by the sun, forming clouds, and brought by the wind, raining down again, only to continue its cycle. The mountain, pushed by tectonic plates below, patiently built itself up. Inches by inches, it grew. Rise above its surrounding land. Once it reached its highest peak possible, things began to change again, like everything else. The weather wears it down. Rain and snow erode its t...