Postingan

Dua Dasawarsa Silam

Gambar
Dua dasawarsa silam, di pekan ini. Ratusan remaja dari berbagai wilayah di Indonesia, dikumpulkan di ibukota provinsi masing-masing sejak pagi. Termasuk 45 anak dari beragam wilayah tingkat dua di Jawa Timur yang berkumpul di sebuah hotel di pinggir Surabaya sejak Minggu pagi. Di antaranya, seorang anak dari Kabupaten Malang, yang tak menyangka sama sekali ia akan tiba di titik ini. Olimpiade Sains Nasional 2004 di Pekanbaru menjadi tujuan kontingen ini. Senin pagi 24 Agustus, mereka berangkat ke Bandara Juanda. Bersiap terbang, kebanyakan untuk pertama kalinya, dengan maskapai Batavia. Keberangkatan tepat waktu, pukul 09.00 WIB sebagaimana dijadwalkan seharusnya. Singgah di Batam, sebelum berlanjut ke kota berikutnya. Namun perjalanan tak selamanya seperti rencana. Penerbangan ke Pekanbaru seharusnya tak terjeda lama, namun entah kenapa, ditunda hingga pukul enam senja. Kreativitas pendamping pun diuji, seluruh kontingen diajak berjalan-jalan keliling pulau nan indah ini. Jembatan Bar...

Kebangkitan Teknologi dan Kemerdekaan Industri

Gambar
Di sela-sela berbagai kabar memuakkan dari negeri +62, dalam jangka waktu satu pekan, penulis menghadiri dua even menarik yang memberikan sedikit percikan optimisme akan masa depan negeri ini, khususnya di bidang teknologi. Yang pertama adalah Indonesia Research and Innovation (Inari) Expo sekaligus Indonesia Electric Motor Show (IEMS) yang digelar oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) pada 8-11 Agustus 2024 d i ICC Building BRIN Cibinong dan Indonesia Drone Expo 2024, yang digelar oleh Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) sebagai bagian dari even besar Indonesia Technology and Innovation (INTI) Exhibition 2024 pada 12-14 Agustus 2024 di JCC Kemayoran, Jakarta. Ini adalah kedua kalinya saya mendatangi kedua even tersebut, setelah tahun 2023 lalu hadir demi mencari alternatif vendor drone untuk DJBC . Dan dibanding tahun lalu, kedua even ini menunjukkan kemajuan signifikan. Pada tahun 2023, saya mendatangi IDE (waktu itu edisi pertama) sendirian, dan bertemu beberapa...

Yes, I'm Not Fun at Parties

Gambar
It's August. A celebratory month for Indonesian, since this year we celebrate our 79th year of independence from the collonial.  Hooray. Every corner of this country was painted red and white.  Fun games are being held nearly everywhere; from crowded city alley to village field close to the forest; from elementary school to the campuses; from private-owned business to the govermental institution. My office is no exception. Various competition with a variety of prize. Everybody should be having fun, right? But somehow, despite all the crowd, i felt empty inside. What's the point of celebrating independece, while our country is not really in a good state? We shouted "merdeka" everywhere, but in reality, we are trapped in poverty and economical inequity; our economy seems huge, globally, but upon further inspection, the gap between class is widening at an alarming rate.  We're at the verge of ecological collapse; big corporation were given land concensus for extracti...

Belajar dari Pengalaman (Orang Lain)

Gambar
Tak perlu tenggelam untuk mengetahui bahwa laut itu dalam Akhir pekan lalu, kami dua keluarga (saya, istri dan anak-anak, serta adiknya istri, suami dan anaknya) berkunjung ke sebuah lokasi wisata akuarium di dalam sebuah pusat perbelanjaan di Bintaro . Di sana kami menyaksikan berbagai satwa perairan dari balik tangki kaca. Seperti Sea World di Ancol dan Jakarta Aquarium, kurang lebih. Namun postingan kali ini bukan membahas lokasi wisata dengan tiket masuk seharga 175 ribu per orang tersebut.  Pada satu momen di sana, istri menyaksikan akuarium besar di sana. Tingginya sekitar 4 meter, sehingga saat difoto dari samping, seolah-olah istri yang sedang berada di dalam laut (bukan lautnya yang naik ke darat). Padahal doi takut banget sama kedalaman laut. Ini baru akuarium, gak kebayang kalau laut beneran. Dari momen itu, saya teringat akan tulisan Om Squ (pembuat komik dakwah berseri " Pengen Jadi Baik ") tentang riba. Om Squ punya komunitas yang membantu orang-orang korban ...

Busy ≠ Productive

Gambar
Terakhir posting bulan Maret, itu pun sepi ya. April sama sekali tidak posting apapun. Wah, penulis macam apa ini. Padahal banyak yang terjadi dan worth to write. Tapi ya dasarannya gak sempet aja. Beberapa bulan ini memang kerjaan kantor sedang tidak biasa. Eh sudah dari 2-3 tahun lalu sih. Di rumah pun, banyak kewajiban menanti. Jadi jujur saja, waktu untuk hobi adalah yang pertama ditumbalkan. Dalam kesibukan di kantor akhir-akhir ini, sebenernya ngga semua produktif. Seringkali di kantor isinya rapat membicarakan hal yang itu-itu lagi. Menyiapkan bahan paparan itu lagi, itu lagi. Capek dengan rutinitas, yang tak selalu meningkatkan produktivitas. Tak terasa Mei pun sudah tiba di penghujungnya, Juni sudah di depan mata.  Maka memang sibuk tak selalu berarti produktif.  Kembali ke tujuan blog ini dibuat, yuk mari cari hikmahnya. Di tengah kesibukan yang tak selalu produktif ini, apa hikmah yang bisa kita ambil? 1. Ketika kita menjadi pihak yang memiliki kendali atas suatu ha...

Berdoa Yuk

Mumpung bulan Ramadhan, dan memasuki waktu ba'da ashar di hari Jumat, yuk kita perbanyak berdoa kepada Allah  سُبْØ­َانَÙ‡ُ Ùˆَ تَعَالَÙ‰ .  Bukan bermaksud menggurui, namun lebih sebagai catatan pengingat bagi diri sendiri, dan semoga bisa jadi bacaan buat pembaca yang mampir ke sini.  Tak cuma mendoakan diri sendiri, yuk kita doakan juga orang-orang terdekat kita. Orang tua, saudara, pasangan, mertua, ipar, anak, serta sanak famili yang lain. Doakan pula guru-guru kita yang telah mendermakan ilmu mereka, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat.  Doakan juga tetangga-tetangga, teman-teman dan pemimpin-pemimpin kita yang baik. Mari kita berdoa agar diberi kekuatan iman hingga akhir hayat.  Agar diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian, kesabaran dalam ketaatan, dan kesabaran menjauhi larangan-Nya. Agar diberikan keikhlasan dalam beribadah dan menghadapi keputusan-Nya, dan agar diberi rasa syukur atas segala pemberian-Nya. Agar kita menjadi muslim yang se...

Andai Aku Menjadi ... (3)

Gambar
Derap kuda-kuda penarik kereta beradu dengan langkah-langkah manusia di jalanan Rawikarta. Sejuknya pagi ternoda oleh nafas-nafas nan terengah, yang terus melaju seiring peluh membasahi muka. Pagi hari yang dipenuhi harapan bagi para pencari nafkah yang berangkat dalam upaya memenuhi perut keluarga. Sebaliknya, Raizan berjalan pulang karena memang mendapatkan jatah bekerja pada malam sebelumnya . Pikirannya masih terganggu oleh mimpi buruk yang baru saja dialaminya. Mimpi buruk yang terus menghantui meski kejadian itu telah berlalu lima tahun lamanya. Kejadian yang membuat Raizan bertanya-tanya, mengapa negeri ini pernah disebut layaknya kepingan surga yang jatuh ke dunia? Sementara setiap hari, matanya menyaksikan ketimpangan yang begitu nyata. Terlebih di Rawikarta, kota penuh warna yang menjadi kebanggaan Agnidwipa. Balai Hulubalang tempatnya bekerja,  terlihat begitu megah dari kejauhan. Berdiri gagah di tepi bukit, angkuh laksana gajah yang menyeruak dari semak hutan. Masih ad...