Postingan

Gelombang Konsekuensi

Gambar
Apapun yang kita lakukan saat ini, akan ada dampaknya. Bagi kita sendiri di masa yang akan datang, bahkan bisa juga berdampak bagi orang lain. Sebagaimana diri kita saat ini, yang amat dipengaruhi masa lalu kita. Bagaimana orang tua membesarkan kita, bagaimana kita membiasakan satu dan lain hal, bagaimana kita menyikapi setiap kejadian. Detik demi detik, menit demi menit, itulah yang membentuk kita saat ini. Semakin lama, kita akan bjsa mempengaruhi orang lain juga. Pasangan, anak-anak, tetangga, tekan kerja. Setiap perilaku kita, adakalanya akan kembali pada diri kita. Entah nanti, esok, lusa. Yang pasti, akan ada konsekuensi. Dan terkadang, dampak itu akan berantai, terus menerus.  Seperti riak di kolam. Setiap kerikil dan batu yang dilemparkan ke kolam, akan menimbulkan riak gelombang. Seperti angin berhembus, juga akan menimbulkan gelombang, bahkan ombak besar. Badai besar bahkan bisa mempengaruhi bagian dasar laut yang dangkal. Terkadang kita menjadi kolam, beriak karena hembu...

Neraka

Gambar
Saat masih kecil, kita ketakutan dengan gambaran akan neraka. Mengapa Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang menciptakan neraka? Lalu kita tumbuh dewasa dan memahaminya. Menyaksikan kebrutalan penjajah akhir-akhir ini, khususnya di Palestina. Ditambah dengan rasa muak menyaksikan maraknya kasus kejahatan seksual dari berbagai profesi, kemesraan oligarki dan koruptor yang merusak alam dan membiarkan ketimpangan ekonomi terpelihara, dan keberanian para pejabat mengkhianati amanat di negeri sendiri. Sementara para korban penjajahan, terus kelaparan, terluka, kehausan, mati mengenaskan, tanpa bisa menuntut keadilan. Maka benar adanya Tuhan Maha Adil, karena keadilan di dunia ini fana adanya, pun langka jumlahnya, dan hanya bisa didapatkan di akhirat nampaknya. Surga, atau neraka. Balasan teradil dari Tuhan untuk semua manusia.

Bangkit Lewat Tauhid

Gambar
Sudah hampir dua tahun penjajah zionis membombardir Gaza. Lima puluh ribu lebih korban jiwa yang tercatat dan teridentifikasi—bayi, balita, anak-anak, wanita, pria, warga lanjut usia, wartawan, petugas medis—dan masih banyak lainnya yang belum tercatat karena masih terkubur di reruntuhan, ratusan ribu lainnya terluka, tak terhitung bangunan yang hancur — masjid, sekolah, rumah sakit, pemukiman warga, pasar, hampir semua bangunan.   Demonstrasi dari beragam lapisan masyarakat, di berbagai negara, telah dilakukan oleh ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan manusia. Namun seolah tak ada gerakan nyata dari para 'pemimpin dunia' dari negara-negara besar, pun organisasi internasional. Dan dunia Islam, dengan dua milyar lebih penduduknya, masih belum bisa banyak berbuat—selain Yaman yang terus konsekuen terus mendukung saudara-saudara kita di sana meskipun mereka pun serba kekurangan. Umat Islam yang jumlahnya banyak ini, seolah tak berdaya apa-apa di hadapan para kekuatan besar du...

Lebaran dan Maaf Beneran

Gambar
Kalau dalam sholat, ketika kita melakukan kesalahan (kelebihan/kekurangan rukun sholat atau ragu-ragu), maka ada mekanisme sujud sahwi . Bahkan jika Imam yang melakukan kesalahan dan diingatkan oleh makmum , jika kesalahannya pada rukun, maka di akhir sholat pun dilakukan sujud sahwi. Ini adalah mekanisme yang sistematis dalam sholat, di mana baik imam atau makmum harus sama-sama menyadari jika ada kesalahan dalam sholat, dan memperbaikinya. Kalau yang memimpin sholat melakukan kesalahan, maka makmum wajib mengingatkan, dan kemudian sujud sahwi pun dilakukan. Namanya manusia, memanglah banyak berbuat salah dan dosa. Makanya Allah perintahkan kita banyak beristighfar dan memohon ampun kepada-Nya. Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam yang telah dijamin masuk surga aja, banyak beristighfar , masa kita yang berlumur dosa ogah istighfar? Bukankah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Pemaaf ? Rugi dong kalau kita gak mohon ampunan pada Allah. Lain hal kalau kesalahan yang kita lakukan ada ...

Ramadhan Experience in Canberra

Gambar
This is a summary of my Ramadan experience in Canberra. It’s not my first Ramadan away from home (I’ve been a perantau since late 2008), but it is my first one abroad—in a country where Muslims are a minority. So far, it’s been a surprisingly good experience. Food? No Problem. While I was a picky eater as a child, years of living as a perantau have turned me into an omnivore. No Indonesian food? Not a big deal. As long as halal options are available, I’m good. Basa (a kind of catfish) wət, an Ethiopian delicacy Middle-Eastern/South-Asian style rice and salad. Yummy Time Differences: A Challenge in Itself When the course started on February 17, it was still summer. Fajr was at 4:50 AM (about the same as Jakarta), but Maghrib wasn’t until 8:10 PM, and Isha at 9:30 PM. By the time Ramadan began, autumn had gradually set in, shortening daylight hours— Fajr moved to 5:20 AM, Maghrib to 7:44 PM, and Isha to 9:10 PM. The fasting duration wasn’t the issue—the cooler weather made ...

Menyambut Ramadhan di Negeri Jiran

Gambar
Salah satu yang ditunggu-tunggu dari bulan Ramadhan adalah tarawih berjamaah. Dan saat di sini, tentu saja penulis bingung bakal tarawih di mana. Berbekal google maps, penulis mendapati bahwa ada mushala di kampus yang harusnya bisa dipakai berjamaah. Dengan langkah pasti, penulis mencari ke sana sini. Akhirnya ketemu, mushola di lantai 4 pada salah satu gedung di ANU. Dan alhamdulillah, bertemu salah satu mahasiswa muslim di sana (beliau lagi S3 cuy). ANU new musala... ... and its great view Ternyata, mushola baru ini ngga bisa dipakai tarawih, karena kalau malam butuh akses khusus untuk masuk gedungnya, dan aliran air dihentikan juga. Kan repot kalau ada yang batal wudhunya. Rupanya, Musim Student Association telah mendapatkan izin untuk menggunakan bangunan mushola lama untuk kegiatan buka puasa dan tarawih selama Ramadhan ini. Alhamdulillah. ANU old musala Karena bangunannya sudah lama tak dipakai, memang sedikit berantakan. Bersama beberapa mahasiswa dari Palestina, Yaman, Banglad...

(Indian) Ocean 14

Gambar
No, it's not a sequel to the 2007 heist comedy film . It’s about the course I’m currently attending. Previously , I wrote about how I ended up in Canberra—yet  another city  I never imagined myself living in. But here I am, surrounded by friends from across the Indian Ocean region. This program is sponsored by the  Australian Border Force College  in collaboration with the Australian National University. Officially named the  Graduate Certificate of Law , it’s a postgraduate program at ANU’s College of Law. Designed for graduates from non-law disciplines, it provides a deeper understanding of Australian and international legal systems and serves as a pathway to the Master of Laws (LLM). The program was specifically offered to participants from Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Sri Lanka, and the Maldives—collectively recognized by the ABF as Indian Ocean Region Maritime Security Partners . And so, here we are—14 individuals from diverse backgrounds, delving i...