Postingan

2025: A Learning Year

This year had been very busy for me. Early January, I was appointed to join a Ministry of Finance Training on Artificial Intelligence for Strategic Scenario Planning. Then from mid-February until end of June, I was selected to join Graduate Certificate in Law: Maritime Studies by ANU-ABF college. Not long after—I was barely with my family—another LEAP training with UNODC awaits. On October, Negotiation Skills on International Forim training, followed by internal training on Maritime Navigation in November and Refreshment Training for Omnibe UAS Operator in December really made the last quarter of 2025 very busy. Not only training after training, there were several 'first time experience' too. From being UNODC Trainer in August, joining MoF Campaign on DGCE Patrol Ship Crew Recruitment, drone operation at Jagoi Babang, Rendezvous at Sea with SPCG, and last but not least, hybrid book launch on 12th Dec. It was a busy year, and a lot to learn. Not only from the class, but also fro...

Konflik Batin

Pertama-tama, innalillahi wa inna ilaihi roji'uun, semoga Allah berikan ampunan bagi para korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah, serta agar para penyintas diberi kekuatan & kesabaran. Kedua, muak-semuak-muaknya pada para petinggi negeri ini dan negeri-negeri lain yang begitu abai terhadap kerusakan lingkungan yang telah sedemikian parah. Bukan hanya abai, mereka justru mendukung penghancuran ekosistem demi mengejar pertumbuhan ekonomi. Entah proyek tambang, perkebunan, energi, perumahan, atau apapun itu, yang merusak lingkungan secara masif tanpa upaya mitigasi. Semoga Allah berikan kesadaran, atau jika tidak, maka kami yakin, Allah Maha Adil hisabnya. Dulu, saya bingung dengan ayat ini: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8) Banyak tafsir yang m...

Deklarasi Revolusi bersama para Umbi

Gambar
Sebagai abdi negara, satu dekade terakhir ini rasa-rasanya makin dilema. Entah apa yang ada dalam pikiran para pemimpin tertinggi negeri ini, kok hampir setiap kebijakannya seperti tidak dipikirkan sama sekali.  Alih-alih berpihak pada rakyat malah justru memudahkan para pemodal besar menguasai hal-hal yang berdampak pada kebutuhan khalayak. Di satu sisi, kami sudah tanda tangan kontrak untuk mengabdi. Di sisi lain, kami juga rakyat biasa yang juga terimbas setiap kebijakan pemerintah yang udah diumumin. Rasa-rasanya orang-orang di pucuk pimpinan, hanya melihat kami sebagai alat dan perpanjangan tangan. Setiap kebijakan, kami seolah dituntut untuk selalu mengiyakan. Tak perlu dipikirkan, jangan pula kritik dilontarkan, kecuali mau dipindahtugaskan, diberhentikan, bahkan dipertemukan dengan kematian. Sesama warga pun jadinya melihat kami hanya sebagai pelaku kezaliman juga, karena mengira kami semua melakukannya tanpa ada penolakan dan dengan gembira. Padahal banyak di antara kami y...

Humbled

When you try everything and that's not enough... When you tried your best and still failed...  When your ideas don't sell... maybe it's a reminder to be humble, to bow before The Greatest of All... No need to claim that you're the best, because they don't care. No need to show everything you tried, because they don't care. No need to tell anyone about your ideas, because they don't care. Let Allah see your effort, hear your ideas, pleas and prayers, because in the end, it'll be only between you and The Greatest Among All, The Justest of All Judge, The King of The Universe and Beyond... Be humble, not arrogant. Be sincere, not intentional. Be honest, not mendacious. Be trustworthy, not treacherous. Be smart, not sly. Be articulate, not voiceless.  Be kind, not cruel.

Filosofi Mendol

Gambar
Pembaca tahu mendol? Mendol adalah sejenis lauk khas Jawa Timur, yang dibuat dari tempe yang dikukus (opsional), dihancurkan, dibumbui, lalu dikepal-kepal sebelum digoreng. Biasanya menjadi teman makan pecel, nasi jagung, urap, rawon, orem-orem, atau hidangan khas Jatim lain. Bagi penulis, mendol itu unik, karena kalau dikepal terlalu keras, ia akan hancur lagi menjadi butiran tempe dan bumbu. Harus restart progress .  Kalau tekanan yang diberikan saat mengepal kurang, ia akan ambyar saat digoreng. Tetap enak untuk dimakan sih, tapi ngga gitu konsepnya. Jadi, harus diberikan tekanan yang pas.    Lalu, apa hubungannya? begitu mungkin pikir pembaca. Dalam hidup, seringkali kita menghadapi tekanan dari luar. Kita seperti mendol. Kadang kita hancur di awal karena tekanan terlalu besar di awal (sebagaimana orang  yang mengalami depresi hingga tak berhasil melaju), kadang kita hancur di proses selanjutnya karena kurang tekanan di awal (layaknya anak manja yang terbiasa sem...

Merdeka?

Gambar
Delapan dekade merdeka, katanya. Apaan? Nafas kita saja masih dijajah jelaga batubara yang dipaksakan pada PLTU karena pemilik bisnis batubaranya bagian dari penguasa & gak mau rugi. Polutan kendaraan bermotor masih banyak, karena transum masih jadi kemewahan bagi kebanyakan daerah. Mungkin, setoran dari pelaku bisnis otomotif yang tak mau omsetnya turun lebih urgen bagi para pembuat kejijakan, daripada derita warga yang harus bermacet-macet ria ke tempat kerja. Air yang kita teguk, masih harus beli ke perusahaan swasta raksasa, yang menguasai beberapa sumbernair tersisa, karena negara belum bisa mengelola aie minum untuk warganya. Sumber airnlain juga mulai mengering juga, karena hutan penyangga sudah berubah menjadi lahan sawit dan pertambangan terbuka. Tanah untuk kita bangun rumah tinggal, harganya luar biasa mahal. Oligarki menguasai bisnis properti, mengatur harga sekehendak hati. Rakyat mau punya rumah sendiri mau tak mau bergelut dengan jeratan ribawi. Kalau mau pakai devel...

Modern Warfare: A Reflection at the Verge of World War III (1)

Gambar
No, it's not a scene from Meteor Garden. It's a missile shower from Iran According to the Geneva Academy, over 100 armed conflicts are currently raging around the world, with the Middle East alone accounting for more than 40. Among these, the Zionist occupier's genocide in Gaza and its operations in the West Bank, Lebanon, Syria, Yemen—and recently, escalations involving U.S. intervention in Iran—stand out as especially severe. Africa is home to more than 30 non-international armed conflicts (NIACs), some pitting governments against insurgents, others fought between rival groups. In Asia, 19 sizzling flashpoints—like India–Pakistan and India–China—continue to threaten stability, alongside additional NIACs. Europe has seven active conflicts, mostly involving military occupations, led by Russia’s war in Ukraine and smaller but persistent flashpoints in South Ossetia–Abkhazia and Armenia–Azerbaijan. Latin America also struggles with six NIACs, primarily driven by criminal orga...