Postingan

Endgame: Sebuah Film Epik Sarat Pesan Menarik

Gambar
Rrrr... Rrrr... suara ponselku bergetar. Sebuah notifikasi masuk dari salah satu Whatsapp group . Staf Inti Avenger. Sebuah WAG yang berisi rekan-rekan di unit kerjaku yang sebelumnya. Meski informasi yang masuk kali ini tidak relevan dengan pekerjaan di unitku saat ini, namun karena masih ada hal lain yang terkait dengan pekerjaanku, ditambah menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan, aku tidak meninggalkan grup ini. Kami menamai WAG ini dengan "Staf Inti Avenger", karena salah satu pemangku kepentingan yang terkait dengan pekerjaan kami sering bertindak layaknya Thanos, antagonis utama Infinity Saga pada Marvel Cinematic Universe (MCU). Sekali ia menjentikkan jari, maka musnah sudah segala upaya yang telah kami lakukan. Staf Inti Avenger, tiap hari menghadapi Thanos ( screenshot penulis)   Bicara soal Avengers , susah rasanya untuk lepas dari kenangan tentang Avengers: Endgame . Sebuah film epik yang menjadi klimaks Infinity Saga pada MCU. Secara keseluruhan, Avengers: Endg...

Semua Sudah Diatur

Gambar
Ardi mencoba menenangkan dua balitanya, memastikan bahwa bunda mereka akan segera kembali. Tapi mereka berdua semakin kencang menangis.  "Aku mau sama Bunda", ujar si sulung Mila.  "Bu..ahh..bu..ahh", si bungsu Izmi yang belum lancar betul bicaranya juga ikut menangis sembari menjulurkan tangannya ke arah aula yang ramai itu, mencoba meraih bundanya yang seolah hilang ditelan kerumunan. Mila meraung dan merajuk di atas rerumputan, sementara Izmi menggeliat dalam gendongan, membuat Ardi kewalahan. Sejenak matanya melirik ke arah kerumunan, berharap istrinya kembali. Namun tak bisa, ini sudah keputusan mereka bersama. Mereka sudah memutuskan ini jauh-jauh hari, dan sudah siap akan segala risikonya. Bagi mereka, lebih baik menanggung sedikit rasa sakit saat ini dibandingkan dengan penyesalan yang mereka dapatkan nanti jika tak melakukan hal ini. *** Di dalam antrian, Fia menggeleng tak percaya. Perjuangan mereka sejauh ini terasa sia-sia. "Tidak bisa Bu, kami tida...

7ayalah Ne6eriku

Gambar
Tak banyak harapan di HUT RI ke-76 kali ini. Tak muluk-muluk, kembali saja ke Pembukaan UUD '45.  Semoga di usia yang ke 76 ini, negeri ini, melalui tangan-tangan mereka yang mendapat amanah untuk mengelolanya, semakin mampu untuk: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,  memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan  ikut melaksanakan ketertiban dunia  berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tambahan, karena masih dalam masa pandemi, semoga kita lekas merdeka juga dari pandemi  dan berbagai kekonyolan yang menyertainya. Aamiin.

Sedikit Berkurban

Gambar
Kita semua tahu, bahwa asal mula ibadah qurban adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim As untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail As yang kelahirannya telah lama dinanti-nanti oleh beliau. Kita semua tahu, bahwa pada akhirnya Nabi Ismail diselamatkan okeh-Nya, bahwa Allah 'hanya' sedang menguji ketaatan mereka. Kita semua tahu, bahwa hikmah ibadah qurban adalah merelakan apa yang paling kita cintai demi menjalankan perintah-Nya dan menyenangkan-Nya. Maka dalam suasana pandemi yang masih menyelimuti Idul Adha tahun ini, semoga kita bisa meneladani keikhlasan para Nabi tersebut, untuk setidaknya mengorbankan ego kita, dan melindungi yang lainnya. Tentu tak susah menahan diri dari kumpul-kumpul yang tak urgent. Bagi sebagian dari kita, sebisa mungkin menjaga protokol yang semestinya. Bagi sebagian dari kita yang memang harus bekerja di luar rumah, semoga Allah mudahkan dalam menjaga kondisi dan senantiasa Allah lindungi, tentu dengan ikhtiar mengiringi. Kita tentu tak in...

Cerita Dewasa Bersama Istri

Gambar
Aku adalah seorang pria paruh baya yang memasuki usia kepala tiga. Tinggiku 167 senti, tidak tinggi memang, sejak jaman sekolah aku lebih sering berada di posisi belakang saat berbaris. Pawakanku standar saja, tidak atletis, meski tidak kurus sekali atau gemuk banget. Penampilanku biasa saja, dengan kulit kecoklatan, hidung tak mancung khas wajah asli Nusantara. Tak bisa dibilang ganteng, meski tak jelek-jelek amat juga. Meski begini, dulu jaman sekolah banyak juga yang jadi fansku. Harus memang titik kuatku bukan di sisi luar kepala, melainkan di dalam kepala. Dan aku bersyukur dianugerahi istri yang tidak menilaiku dari penampilan fisik. Terlebih lagi, bagiku, istriku itu sangat cantik. Di usia pernikahan kami yang kelima, kami telah dianugerahi dua anak yang lucu-lucu. Meski menggemaskan dan amat mewarnai hari kami, tentu keberadaan mereka membuat kami agak kesulitan mencari waktu untuk berduaan. Syukurlah malam ini anak-anak tidur cepat. Aku mencolek istriku yang baru selesai menid...

Pandemi: Gak Cuma Work From Home, School from Home Juga

Gambar
Pandemiiiiiii. Masih di sini membersamai kita semua, tak peduli dengan kaum antipati yang pengen hidup nornal kembali sembari mengabaikan protokol kesehatan yang sebenarnya pasti sudah diketahui. Selain work from home yang terkadang menerobos batas-batas waktu pribadi, kondisi ini membikin galau ketika memikirkan bagaimana anak sekolah nanti. Mau sekolah tatap muka, vaksin anak-anak kan belum tersedia. Apalagi, anak-anak kan paling susah dicegah untuk menyentuh berbagai permukaan, pun menjaga jarak dengan teman seumuran (ssst, orang dewasa  tua aja kadang susah jaga protokol).  Di tengah kegalauan, alhamdulillah penulis punya istri yang cekatan di media sosial, dan menemukan sebuah solusi brilian. Flashback sejenak, kami sempat berkeliling mencari TK untuk putri kami. 5 Desember 2020, kami berpetualang, menuju sekolah impian. Berbekal informasi dari seorang kawan, tibalah kami di sekolah itu. Aira langsung jatuh cinta dan nggak mau pulang. Diajak pulang nuangis gak karuan. T...

Pengawasan dengan Drone: Inovasi, Urgensi atau Sekedar Latah Teknologi? (2)

Penuh Pertimbangan Sebagaimana instansi pemerintah lainnya yang menggunakan dana APBN yang dihimpun dari rakyat, DJBC tentu harus mempertimbangkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam setiap aktivitasnya. Bidang pengawasan pun tak dikecualikan dari hal ini. Terlebih terkait dengan pengadaan PUNA yang merupakan hal yang relatif baru dalam dunia pengawasan pada berbagai instansi di Indonesia. Setidaknya, ada empat aspek yang perlu di pertimbangkan dalam pengadaan PUNA untuk mendukung pengawasan DJBC. Pertama adalah terkait biaya-biaya yang mungkin timbul. Kedua, persiapan apa saja yang diperlukan untuk mendukung operasional PUNA. Ketiga, bagaimana kemampuan operasional PUNA itu sendiri. Keempat, apa saja risiko yang mungkin menjadi hambatan dalam pengoperasiannya. Bicara soal biaya, tentu tidak hanya membahas satu kali biaya pengadaan PUNA tersebut, namun juga biaya pengoperasian sepanjang usia pakainya. Yang tak boleh dilupakan, tentu biaya perawatan. Jangan sampai aset yang d...